Ekspresi Wajah, Emosi, dan Mengobati Depresi dengan Botox

Judul Wajah Emosi: Bagaimana Botox Mempengaruhi Mood dan Hubungan Kita tidak benar-benar berteriak “membaca musim panas.” Tapi buku baru oleh Eric Finzi, seorang dokter kulit yang telah mempelajari efek Botox pada depresi, penuh dengan fakta menarik tentang hubungan antara ekspresi wajah dan emosi. Beberapa hal penting:

Senyum palsumu tidak membodohi siapa pun. “Anda selalu bisa mengatakan senyuman palsu, karena otot-otot di sekitar mata tidak bergerak,” kata Finzi. “Senyum sebenarnya sangat sulit untuk dipalsukan.”

Tersenyum (senyum nyata) bisa menenangkan. “Ketika Anda tersenyum nyata, Anda menyalakan bagian otak yang sama seperti seorang bhikkhu saat melakukan meditasi,” kata Finzi..

Mengerutkan alis — atau tidak mengerutkan alis — bisa memainkan peran besar dalam depresi. Penelitian telah menemukan bahwa menyuntikkan Botox di antara alis, sehingga mencegah seseorang menggertaknya, sebenarnya dapat meringankan depresi. Dalam sebuah studi tahun 2003, misalnya, Finzi menemukan bahwa 9 dari 10 pasien melaporkan lebih sedikit tanda-tanda depresi setelah satu kali perawatan Botox (dia saat ini sedang bersiap untuk mempublikasikan penelitian keduanya). “Banyak penelitian yang perlu dilakukan, dan kita tidak tahu mekanisme bagaimana Botox memperlakukan depresi,” kata Finzi. “Tetapi saya tidak akan terkejut jika itu adalah kombinasi dari dua hal: Menghadirkan wajah yang lebih bahagia berarti interaksi Anda dengan orang lain akan menjadi lebih positif, dan ekspresi wajah Anda berbicara kepada otak Anda untuk memengaruhi emosi Anda.”

TAUTAN YANG BERHUBUNGAN:

• Botox: Perawatan Baru untuk Depresi?

• Tren Kecantikan: Mood News: Happy Shots

• Harga Pemuda: Berapa Banyak Suntikan Dalam Rumah, Kulit, dan Biaya Perawatan Laser

Loading...